Selasa, 3 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
aiesecnamibia.orgaiesecnamibia.org
aiesecnamibia.org - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Tiap Malam Anak Tantrum, Harus Bagaimana? Jawaban ...

Tiap Malam Anak Tantrum, Harus Bagaimana? Jawaban Jujur buat Ortu Baru

Tantrum tengah malam bikin ortu baru panik. Ini jawaban jujur dari pertanyaan yang paling sering muncul soal ngadepin anak tantrum.

Tiap Malam Anak Tantrum, Harus Bagaimana? Jawaban Jujur buat Ortu Baru

Jam sebelas malam. Kamu baru saja rebahan, badan pegal, mata udah setengah merem. Tiba-tiba dari kamar sebelah terdengar suara tangisan melengking. Anak kamu bangun, nangis kencang, dan nggak mau ditenangkan sama sekali. Kalau kamu ortu baru, momen kayak gini rasanya kayak dunia mau runtuh, ya nggak?

Gue pernah di posisi itu. Dulu gue kira anak gue kenapa-kenapa. Panik, cek suhu, cek popok, cek semua. Ternyata... ya cuma tantrum. Dan ternyata, hampir semua ortu baru ngalamin hal yang sama dan nanya hal yang sama. Jadi di artikel ini gue mau jawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul soal tantrum, dengan bahasa yang hopefully nggak bikin kamu makin stres.

Baca juga: Coba Racik Mainan Sendiri, Kakek Nenek Tetap Jadi Idola

Kenapa sih anak tantrum, apalagi malam-malam?

Pertanyaan ini yang paling sering masuk. Jawabannya sederhana tapi sering bikin kaget: anak tantrum bukan karena dia nakal, tapi karena otaknya belum siap ngolah emosi. Bagian otak yang ngatur logika dan kontrol diri itu baru matang beneran pas usia belasan. Jadi kalau anak usia 1-3 tahun ngamuk, itu bukan manipulasi. Itu cuma cara dia bilang "gue overwhelmed" dengan satu-satunya bahasa yang dia punya.

Kenapa malam? Karena di malam hari, energi anak udah habis. Kadang juga karena overstimulasi seharian, capek, lapar, atau bahkan mimpi buruk. Anak yang siangnya kalem bisa berubah jadi monster kecil pas malam. Itu normal banget.

"Tantrum itu bukan tanda kamu gagal jadi ortu. Tantrum itu tanda anak kamu lagi belajar jadi manusia."

Apa yang harus gue lakuin pas anak tantrum?

Ini pertanyaan kedua yang paling sering ditanya. Dan jawabannya mungkin nggak kayak yang kamu harapkan: jangan buru-buru nyuruh dia berhenti nangis. Yang pertama harus kamu lakuin adalah tetap tenang. Kalau kamu ikut panik atau malah marah, anak bakal makin kacau karena dia ngerasa dunianya nggak aman.

Coba lakuin urutan ini:

  • Turunin ke level dia. Jongkok, sejajar sama matanya. Jangan ngomong dari atas.
  • Validasi perasaannya. Bilang "kamu capek ya" atau "kamu sedih ya". Bukan "udah, jangan nangis".
  • Peluk kalau dia mau. Kalau nggak mau dipeluk, jangan dipaksa. Cukup temenin.
  • Jangan negosiasi di tengah badai. Anak yang lagi tantrum nggak bisa mikir logis. Ngobrol baik-baik nanti aja setelah reda.

Gue pernah coba pendekatan ini waktu anak gue tantrum hebat gara-gara nggak boleh main HP. Awalnya gue keras, malah makin parah. Pas gue coba duduk di lantai, peluk, dan cuma bilang "kamu kesel ya karena nggak boleh main", dia nangis makin kencang sebentar... terus diam. Pelan-pelan tenang sendiri. Nggak instan, tapi jauh lebih efektif daripada gue ikutan teriak.

Kalau tantrumnya di tempat umum gimana?

Ini mimpi buruk semua ortu baru. Anak guling-guling di supermarket, semua mata ngeliatin. Dengerin ya: nggak ada yang bener-bener peduli. Orang lain cuma lewat, sementara kamu yang harus ngurus anak kamu. Jadi fokus ke anak, bukan ke tatapan orang. Kalau memungkinkan, bawa dia ke tempat yang lebih sepi, tenangkan di situ. Kalau nggak memungkinkan, selesaikan urusan dengan cepat dan pulang. Nggak perlu malu. Semua ortu pernah ngalamin.

Gue harus marahin atau nggak?

Pertanyaan ini yang paling bikin gue pengen ngobrol panjang. Jawabannya: boleh ngerasa marah, tapi jangan marahin anak yang lagi tantrum. Marahin anak saat tantrum cuma ngajarin dia bahwa emosi itu salah dan harus disembunyiin. Padahal yang kita mau adalah anak bisa kenal dan kelola emosinya.

Tapi gue juga nggak mau pura-pura jadi ortu suci yang selalu sabar. Kadang gue juga kesel, capek, pengen teriak. Bedanya, sekarang gue coba bilang ke anak gue: "Bunda juga capek, Bunda butuh napas dulu." Itu bukan cuma jujur, tapi juga ngajarin anak bahwa orang dewasa pun bisa ngerasa capek dan butuh jeda. Kamu nggak harus sempurna. Kamu cuma harus hadir.

Gimana biar tantrum nggak sesering itu?

Nggak ada cara bikin anak nggak pernah tantrum. Tapi ada beberapa hal yang bisa ngurangin frekuensinya:

  • Rutinitas yang konsisten. Anak lebih tenang kalau tahu apa yang bakal terjadi. Jam makan, jam tidur, jam main yang teratur bantu banget.
  • Kurangi overstimulasi. Terlalu banyak kegiatan dalam sehari bikin anak gampang meledak.
  • Kasih pilihan kecil. "Mau pakai baju biru atau merah?" bikin anak ngerasa punya kontrol, jadi nggak perlu rebutan kontrol lewat tantrum.
  • Tidur cukup. Anak kurang tidur = bahan bakar tantrum nomor satu. Ini berlaku buat kamu juga, lho.

Oh iya, satu hal lagi yang sering dilupain: jaga hubungan kamu sama pasangan atau keluarga lain di rumah. Anak itu peniru ulung. Kalau dia lihat orang dewasa di rumah ngadepin konflik dengan tenang, dia juga pelan-pelan belajar. Hubungan keluarga yang hangat itu bukan cuma buat kamu, tapi juga "kurikulum" pertama anak soal cara ngadepin emosi.

Jadi kalau nanti malam anak kamu tantrum lagi, coba tarik napas panjang. Ingat: ini fase, bukan kegagalan. Kamu nggak harus punya jawaban sempurna. Cukup hadir, tenang, dan peluk. Besok malam, kita coba lagi bareng-bareng.

Tags: tantrum anak parenting newbie mengasuh anak hubungan keluarga tips orang tua baru